Kegiatan
Belajar 1 :
PROTOKOL NETWARE
NETWARE
NetWare
berkembang dari konsep yang sangat sederhana: file sharing,
bukan
disk berbagi. Pada tahun 1983 ketika pertama versi NetWare
dirancang,
semua produk lainnya bersaing didasarkan pada konsep berbagi
langsung
menyediakan akses disk. Novell alternatif dari pendekatan telah
divalidasi
oleh IBM pada tahun 1984 dan membantu mempromosikan produk
mereka.Dengan
Novell NetWare, ruang disk yang dipakai bersama-sama
dalam bentuk NetWare
volumes, dibandingkan volume ke DOS
NetWare : Sistem Network Operating System (NOS) dan Protokol
Suite
Novell
NetWare adalah sebuah Network Operating System (NOS) yang
menyediakan
akses file, remote transparan dan berbagai layanan jaringan
terdistribusi,
seperti sharing printer, email transfer dan akses databaseNetWare berjalan pada
lima lapisan model referensi OSI, berjalan pada media
protokol
apapun mulai dari Layer 2. Novell NetWare mendukung permintaan layanan seperti
akses file dan akses printer dari server. Arsitektur Client - Server Client
juga mendukung akses remote transparan bagi pengguna netware melalui prosedur
remote
panggilan
Efisiensi NetWare Core Protocol (NCP)
Kebanyakan
protokol jaringan yang digunakan pada saat NetWare
dikembangkan
tidak mempercayai jaringan untuk menyampaikan pesan. J
khas
membaca file klien akan bekerja seperti ini:
1.
Membaca klien mengirimkan permintaan ke server
2.
Server mengakui permintaan
3.
Klien mengakui sambutan
4.
Server akan mengirimkan data yang diminta ke klien
5.
Klien mengakui data
6.
Server mengakui penghargaan.
Sebaliknya, NCP didasarkan
pada gagasan bahwa jaringan bekerja dengan
sempurna sebagian besar
waktu, sehingga jawaban untuk permintaan
menjabat sebagai pengakuan.
Xerox Network Services
Xerox
Network Services (umum XNS) adalah sebuah protokol suite
promulgated
oleh Xerox, yang disediakan routing dan pengiriman paket, serta
fungsi
tingkat tinggi seperti streaming yang handal, dan jauh prosedur
panggilan
Ether Talk
EtherTalk
merupakan implementasi dari IEEE ( Institute of Electrical dan
Electronics
Engineers) 802,3 Ethernet standar untuk komputer Apple
Macintosh.
EtherTalk Adapters disediakan oleh Apple termasuk media untuk
Adapters
tipis kawat koaksial, twisted-pasangan kabel, dan kabel fiber optik.
Card
yang disebut Ethernet NuBus (NB) kartu untuk Macintosh IIS atau kartu
Ethernet
LC untuk Macintosh LCS. Eksternal adaptor juga tersedia untuk non-
NuBus sistem. It attaches
ke SCSI (Small Computer Sistem Interface) port.
Novell Open Enterprise Server (1.0)
Pada
tahun 2003, Novell mengumumkan produk pengganti untuk NetWare:
Open
Enterprise Server (OES). OES pada dasarnya adalah seperangkat aplikasi (eDirectory, layanan
NetWare Core Protokol, iPrint, dll) yang dapat berjalan baik di atas Linux atau
platform kernel NetWare. implementasi kumpulan layanan OES dapat bermigrasi
dari Linux ke Netware dan sebaliknya, membuat Novell salah satu dari beberapa
vendor yang menawarkan solusi multi-platform clustering
OES Versi 2,0
OES
Versi 2,0 Dirilis pada tanggal 8 Oktober 2007. NetWare 6,5 SP7,
SLES10
(versi baru berbasis Linux). sebagai pendatang baru yang
mendukung
dan berjalan di dalam virtualized Xen hypervisor.
Fitur-fitur
baru mendukung :
1.
64bit dukungan
2.
Virtualisasi
3.
Dynamic Storage Technology, (memberikan Volumes Shadow)
4. Layanan domain untuk
Windows (tersedia dalam 2 paket layanan OES
Kegiatan Belajar 3 :
Sejarah TCP / IP
Sejarah TCP/IP
Sejarah
TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket
switching
digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects
Agency)
pada tahun 1969.Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga
protokol
yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node
yang
semakin banyak.Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol
komunikasi
yang lebih umum, yakni TCP/IP.Ia diadopsi menjadi standard ARPANET
pada tahun 1983
Perkembangan TCP/IP yang
diterima luas dan praktis menjadi standar defacto
jaringan komputer
berkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu
sendiri yang merupakan
keunggulun dari TCP/IP, yaitu :
Perkembangan
protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka
Tidak
tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringa
Cara
pengalamatan bersifat unik dalam skala global,
TCP/IP
memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang
memungkinkan
diterapkan pada internetwork.
Arsitektur
dan Protokol Jaringan TCP/IP
ISO (International
Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur
jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open
System Interconnection ( OSI) Standard
ini terdiri dari 7 lapisan
protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2
komputer. Dalam TCP/IP
hanya terdapat 5 lapisan yaitu :
· Physical
Layer (lapisan fisik)
· NetworkAccessLayer
· Internet
Layer
· Transport
Layer
· Application
Layer
Pengiriman
dan Penerimaan Paket Data
Ketika
dua komputer berkomunikasi, terjadi aliran data antara pengirim
dan penerima melalui
lapisan-lapisan di atasProtokol menambahkan sejumlah bit pada setiap paket
sebagai header yang berisi informasi mengenai urutan segmentasi untuk menjaga
integritas data dan bit-bit pariti untuk deteksi dan koreksi kesalahanSetiap
lapisan menerima data dari lapisan di atas atau dibawahnya, kemudian memproses
data tersebut sesuai fungsi protokol yang dimilikinya dan meneruskannya ke
lapisan berikutnya.
Internet
Protocol
Internet
Protocol (IP) berfungsi menyampaikan paket data ke alamat yang tepat
IP merupakan protokol pada
network layer yang bersifat :
Connectionless, yakni
setiap paket data yang dikirim pada suatu saat akan
melalui rute secara
independen
Unreliable atau
ketidakandalan yakni Protokol IP tidak menjamin datagram yang
dikirim pasti sampai ke
tempat tujuan
IP juga
didesain untuk dapat melewati berbagai media komunikasi yang
memiliki karakteristik dan
kecepatan yang berbeda-beda
Pembagian
Kelas IP Address
IP address digunakan
sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet
sehingga merupakan sebuah
sistem komunikasi yang universal karena merupakanmetode pengalamatan yang telah
diterima di seluruh dunia.
Format
Penulisan IP Address
IP address terdiri dari
bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik
setiap 8 bitnya. Tiap 8
bit ini disebut sebagai oktetNotasi IP addressditulis dalam 4 bilangan decimal
yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan
“notasi
desimal bertitik”. Setiap
bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet IP address
Pembagian
Kelas IP Address
Jumlah
IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255
atau sekitar 4 milyar
lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan
internet di seluruh dunia
IP
Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network
(net ID)
dan bagian host
(host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network
dari
network
yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host
dalam suatu
network.IP
address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D
dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya.
Bit pertama IP address
kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan
panjang host ID 24 bit
Dua bit IP address kelas B
selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu
bernilai antara 128-191.
Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya
adalah host ID
Tiga bit pertama IP
address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari
24 bit dan host ID 8 bit
sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network
dengan masing-masing
network memiliki 256 host
IP address kelas D
digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP
address kelas D selalu
diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-
247
IP address kelas E tidak
diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP
address kelas ini diset
1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.
Aturan Dasar Pemilihan network ID dan host ID
Berikut adalah
aturan-aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID
yang digunakan :
Network ID tidak boleh sama dengan 127
Network ID 127 secara
default digunakan sebagai alamat loopback yakni IP
address yang digunakan
oleh suatu komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.
Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan
255
Network ID atau host ID
255 akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID ini
merupakan alamat yang
mewakili seluruh jaringan.
Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0
IP address dengan host ID
0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network
digunakan untuk menunjuk
suatu jaringn bukan suatu host.
Host ID harus unik dalam suatu network.
Dalam suatu network tidak
boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.
Subnetting
Esensi dari subnetting
adalah “memindahkan” garis pemisah antara bagian network dan bagian host dari
suatu IP Address. Subnetting juga dilakukan untuk mengatasi perbedaan hardware
dan media fisik. Suatu subnet didefinisikan dengan mengimplementasikan masking
bit (subnet
mask ) kepada IP Address.
Struktur subnet mask sama dengan struktur IP Address,
yakni terdiri dari 32 bit
yang dibagi atas 4 segmen
Desain
LAN
Desain LAN meliputi kegiatan sebagai berikut:
Metode Perencanaan LAN
Pengalokasian IP Address
Kegiatan Belajar 5 :
Jaringan Peer-to-peer (P2P)
Peer-to-peer
(P2P)
Peer-to-peer (P2P)
komputer atau jaringan adalah arsitektur aplikasi terdistribusi yang partisi
tugas atau beban kerja antara rekan-rekanPeer membuat sebagian dari sumber daya
mereka, seperti kekuatan pemrosesan, penyimpanan disk atau bandwidth jaringan,
langsung tersedia untuk peserta jaringan lain, tanpa memerlukan koordinasi
pemerintah pusat dengan server
atau host yang stabil
Arsitektur
sistem P2P
Peer-to-peer sering
menerapkan sistem jaringan overlay abstrak, dibangun di
Application Layer, di atas
topologi jaringan asli atau fisik. Lapisan tersebut digunakan
untuk penemuan
pengindeksan dan peer dan membuat sistem P2P independen dari
topologi jaringan fisik. jaringan
P2P biasanya digunakan untuk menghubungkan node melalui koneksi ad
hoc yang sebagian besar
Data, termasuk format digital seperti file audio, dan data
real time seperti lalu
lintas telepon,. dilewatkan menggunakan teknologi P2P. Sebuah jaringan P2P
murni tidak memiliki gagasan tentang klien atau server tetapi
node peer hanya sebesar
yang secara simultan berfungsi sebagai kedua "klien" dan
"server" ke node
lain pada jaringan.
Keuntungan
dan kelemahan
Dalam jaringan P2P, klien
menyediakan sumber daya, yang mungkin termasuk bandwidth, ruang penyimpanan,
dan daya komputasiSifat terdistribusi jaringan P2P juga meningkatkan ketahanan,
Dan-dalam sistem P2P murni-dengan memungkinkan rekan-rekan untuk mencari data
tanpa bergantung pada server indeks terpusat
P2P file-sharing sering
terdiri dari penggunaan bandwidth yang relatif berat karena transfer file
berlangsung dan kawanan / koordinasi jaringan paket. Sebagai reaksi terhadap
bandwidth throttling ini beberapa aplikasi P2P mulai kebingungan menerapkan
protokol, seperti enkripsi
protokol BitTorrent
Kegiatan Belajar 7 :
Protokol Pengalamatan IP.V4
Protokol
adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengizinkan
terjadinya hubungan,
komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik
computer
Dalam jaringan komputer pengalamatan IP merupakan hal
yang sangat
Penting. Dengan adanya IP
addressmaka dapat diketahui sumber ataupun tujuan dari pengiriman paket. Ipv4
menggunakan notasi biner yang memiliki panjang 32 bit.
Bila
direpresentasikan dengan
notasi desimal, pembagian kelas ini dapat dilihat dari
byte/oktet
pertama seperti berikut
Kelas
IP
|
Byte
pertama
|
A
|
0 –
127
|
B
|
128 –
191
|
C
|
192 –
223
|
D
|
224 –
247
|
E
|
248 –
255
|
Dalam
penerapannya, alamat internet ini diklasifikasikan ke
dalam kelas (A-E).Alasan
klasifikasi ini antara lain :
Memudahkan sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat.
Memanfaatkan jumlah alamat yang ada secara
optimum (tidak ada alamat
yang terlewat).
Memudahkan pengorganisasian jaringan di seluruh
dunia dengan
membedakan jaringan tersebut termasuk kategori
besar, menengah,atau
kecil.
Membedakan antara alamat untuk jaringan dan
alamat untuk host/router
Kegiatan Belajar 9 :
Subneting Classful
SUBNETTING
CLASSFUL CLASSLESS
Subnetting
adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih
kecil yang disebut
"subnet." Setiap subnet deskripsi non-fisik (atau ID) untuk
jaringansub
fisik (biasanya jaringan
beralih dari host yang mengandung satu router -router
dalam jaringan multi).
Subnet dibuat untuk membatasi ruang lingkup lalu lintas siaran,
untuk menerapkan keamanan
jaringan tindakan, untuk memisahkan segmen
jaringan berdasarkan
fungsi, dan / atau untuk membantu dalam menyelesaikan
masalah
kemacetan jaringan.
VLSM (Variable Length
Subnet Mask)
=>
Mengefisienkan alokasi IP blok subnet dalam network
Classless Inter-Domain
Routing (CIDR) adalah suatu metodologi pengalokasian
alamat
IP dan routing paket Internet Protoco
VLSM ( Variable Length
Subnet Masking )
Vlsm adalah pengembangan
mekanisme subneting, dimana dalam vlsm dilakukan
peningkatan dari kelemahan
subneting klasik, yang mana dalam clasik subneting,
subnet zeroes, dan subnet-
ones tidak bisa digunakan. selain itu, dalam subnet
classic, lokasi nomor IP
tidak efisien.Jika proses subnetting yang menghasilkan
beberapa subjaringan
dengan jumlah host yang sama telah dilakukan, maka ada
kemungkinan di dalam
segmen-segmen jaringan tersebut memiliki alamat-alamat
yang tidak digunakan atau
membutuhkan lebih banyak alamat. Karena itulah, dalam
kasus ini proses
subnetting harus dilakukan berdasarkan segmen jaringan yang
dibutuhkan oleh jumlah
host terbanyak. Untuk memaksimalkan penggunaan ruangan
alamat yang tetap,
subnetting pun diaplikasikan secara rekursif untuk membentuk
beberapa subjaringan
dengan ukuran bervariasi, yang diturunkan dari network
identifier yang sama.
Teknik subnetting seperti ini disebut juga variable-length
subnetting.
Subjaringan-subjaringan yang dibuat dengan teknik ini menggunakan subnet mask
yang disebut sebagai Variable-length Subnet Mask (VLSM).Karena semua subnet
diturunkan dari network identifier yang sama, jika subnetsubnet tersebut
berurutan (kontigu subnet yang berada dalam network identifier yang sama yang
dapat saling berhubungan satu sama lainnya), rute yang ditujukan ke
subnet-subnet tersebut dapat diringkas dengan menyingkat network identifier
yang asli.
CIDR (Classless
Inter-Domain Routing)
merupakan sebuah cara
alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP
berbeda dengan sistem
klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan
kelas E. Disebut juga
sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing
yang lebih efisien
dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi
alamat IP jaringan ke
dalam kelas-kelas A, B, dan C. Masalah yang terjadi pada
sistem yang lama adalah
bahwa sistem tersebut meninggalkan banyak sekali alamat
IP yang tidak digunakan.
Sebagai contoh, alamat IP kelas A secara teoritis
mendukung hingga 16 juta
host komputer yang dapat terhubung, sebuah jumlah yang
sangat besar. Dalam
kenyataannya, para pengguna alamat IP kelas A ini jarang yang
memiliki jumlah host
sebanyak itu, sehingga menyisakan banyak sekali ruangan
kosong di dalam ruang
alamat IP yang telah disediakan. CIDR dikembangkan
sebagai sebuah cara untuk
menggunakan alamat-alamat IP yang tidak terpakai
tersebut untuk digunakan
di mana saja. Dengan cara yang sama, kelas C yang
secara teoritis hanya
mendukung 254 alamat tiap jaringan, dapat menggunakan
hingga
32766 alamat IP, yang seharusnya hanya tersedia untuk alamat IP kelas B.
klik disini untuk melihat resume KB 11,13,15,17,19
klik disini untuk melihat resume KB 11,13,15,17,19
No comments:
Post a Comment