Thursday, 9 June 2016

Resume Kegiatan Belajar modul jaringan dasar semster 2 KB 1,3,5,7,dan 9

Kegiatan Belajar 1 :
PROTOKOL NETWARE
NETWARE
NetWare berkembang dari konsep yang sangat sederhana: file sharing,
bukan disk berbagi. Pada tahun 1983 ketika pertama versi NetWare
dirancang, semua produk lainnya bersaing didasarkan pada konsep berbagi
langsung menyediakan akses disk. Novell alternatif dari pendekatan telah
divalidasi oleh IBM pada tahun 1984 dan membantu mempromosikan produk
mereka.Dengan Novell NetWare, ruang disk yang dipakai bersama-sama
dalam bentuk NetWare volumes, dibandingkan volume ke DOS
NetWare : Sistem Network Operating System (NOS) dan Protokol Suite
Novell NetWare adalah sebuah Network Operating System (NOS) yang
menyediakan akses file, remote transparan dan berbagai layanan jaringan
terdistribusi, seperti sharing printer, email transfer dan akses databaseNetWare berjalan pada lima lapisan model referensi OSI, berjalan pada media
protokol apapun mulai dari Layer 2. Novell NetWare mendukung permintaan layanan seperti akses file dan akses printer dari server. Arsitektur Client - Server Client juga mendukung akses remote transparan bagi pengguna netware melalui prosedur remote
panggilan
Efisiensi NetWare Core Protocol (NCP)
Kebanyakan protokol jaringan yang digunakan pada saat NetWare
dikembangkan tidak mempercayai jaringan untuk menyampaikan pesan. J
khas membaca file klien akan bekerja seperti ini:
1. Membaca klien mengirimkan permintaan ke server
2. Server mengakui permintaan
3. Klien mengakui sambutan
4. Server akan mengirimkan data yang diminta ke klien
5. Klien mengakui data
6. Server mengakui penghargaan.
Sebaliknya, NCP didasarkan pada gagasan bahwa jaringan bekerja dengan
sempurna sebagian besar waktu, sehingga jawaban untuk permintaan
menjabat sebagai pengakuan.
Xerox Network Services
Xerox Network Services (umum XNS) adalah sebuah protokol suite
promulgated oleh Xerox, yang disediakan routing dan pengiriman paket, serta
fungsi tingkat tinggi seperti streaming yang handal, dan jauh prosedur
panggilan
Ether Talk
EtherTalk merupakan implementasi dari IEEE ( Institute of Electrical dan
Electronics Engineers) 802,3 Ethernet standar untuk komputer Apple
Macintosh. EtherTalk Adapters disediakan oleh Apple termasuk media untuk
Adapters tipis kawat koaksial, twisted-pasangan kabel, dan kabel fiber optik.
Card yang disebut Ethernet NuBus (NB) kartu untuk Macintosh IIS atau kartu
Ethernet LC untuk Macintosh LCS. Eksternal adaptor juga tersedia untuk non-
NuBus sistem. It attaches ke SCSI (Small Computer Sistem Interface) port.
Novell Open Enterprise Server (1.0)
Pada tahun 2003, Novell mengumumkan produk pengganti untuk NetWare:
Open Enterprise Server (OES). OES pada dasarnya adalah seperangkat aplikasi (eDirectory, layanan NetWare Core Protokol, iPrint, dll) yang dapat berjalan baik di atas Linux atau platform kernel NetWare. implementasi kumpulan layanan OES dapat bermigrasi dari Linux ke Netware dan sebaliknya, membuat Novell salah satu dari beberapa vendor yang menawarkan solusi multi-platform clustering
OES Versi 2,0
OES Versi 2,0 Dirilis pada tanggal 8 Oktober 2007. NetWare 6,5 SP7,
SLES10 (versi baru berbasis Linux). sebagai pendatang baru yang
mendukung dan berjalan di dalam virtualized Xen hypervisor.
Fitur-fitur baru mendukung :
1. 64bit dukungan
2. Virtualisasi
3. Dynamic Storage Technology, (memberikan Volumes Shadow)
4. Layanan domain untuk Windows (tersedia dalam 2 paket layanan OES
Kegiatan Belajar 3 :
Sejarah TCP / IP
Sejarah TCP/IP
Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket
switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects
Agency) pada tahun 1969.Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga
protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node
yang semakin banyak.Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol
komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP.Ia diadopsi menjadi standard ARPANET
pada tahun 1983
Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar defacto
jaringan komputer berkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu
sendiri yang merupakan keunggulun dari TCP/IP, yaitu :
􀂄 Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka
􀂄 Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringa
􀂄 Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global,
􀂄 TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang
memungkinkan diterapkan pada internetwork.
Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP
ISO (International Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open System Interconnection ( OSI) Standard
ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2
komputer. Dalam TCP/IP hanya terdapat 5 lapisan yaitu :
·      Physical Layer (lapisan fisik)
·      NetworkAccessLayer
·      Internet Layer
·      Transport Layer
·      Application Layer

Pengiriman dan Penerimaan Paket Data
Ketika dua komputer berkomunikasi, terjadi aliran data antara pengirim
dan penerima melalui lapisan-lapisan di atasProtokol menambahkan sejumlah bit pada setiap paket sebagai header yang berisi informasi mengenai urutan segmentasi untuk menjaga integritas data dan bit-bit pariti untuk deteksi dan koreksi kesalahanSetiap lapisan menerima data dari lapisan di atas atau dibawahnya, kemudian memproses data tersebut sesuai fungsi protokol yang dimilikinya dan meneruskannya ke lapisan berikutnya.

Internet Protocol
Internet Protocol (IP) berfungsi menyampaikan paket data ke alamat yang tepat
IP merupakan protokol pada network layer yang bersifat :
􀂃 Connectionless, yakni setiap paket data yang dikirim pada suatu saat akan
melalui rute secara independen
􀂃 Unreliable atau ketidakandalan yakni Protokol IP tidak menjamin datagram yang
dikirim pasti sampai ke tempat tujuan
IP juga didesain untuk dapat melewati berbagai media komunikasi yang
memiliki karakteristik dan kecepatan yang berbeda-beda

Pembagian Kelas IP Address
            IP address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet
sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal karena merupakanmetode pengalamatan yang telah diterima di seluruh dunia.
Format Penulisan IP Address
IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik
setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktetNotasi IP addressditulis dalam 4 bilangan decimal yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan “notasi
desimal bertitik”. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet IP address
Pembagian Kelas IP Address
Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255
atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan
internet di seluruh dunia
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID)
dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari
network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu
network.IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya.
Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan
panjang host ID 24 bit
Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu
bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya
adalah host ID
Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari
24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network
dengan masing-masing network memiliki 256 host
IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP
address kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-
247
IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP
address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.
 Aturan Dasar Pemilihan network ID dan host ID
Berikut adalah aturan-aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID
yang digunakan :
􀂃 Network ID tidak boleh sama dengan 127
Network ID 127 secara default digunakan sebagai alamat loopback yakni IP
address yang digunakan oleh suatu komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.
􀂃 Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255
Network ID atau host ID 255 akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID ini
merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan.
􀂃 Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0
IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network
digunakan untuk menunjuk suatu jaringn bukan suatu host.
􀂃 Host ID harus unik dalam suatu network.
Dalam suatu network tidak boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.

Subnetting
Esensi dari subnetting adalah “memindahkan” garis pemisah antara bagian network dan bagian host dari suatu IP Address. Subnetting juga dilakukan untuk mengatasi perbedaan hardware dan media fisik. Suatu subnet didefinisikan dengan mengimplementasikan masking bit (subnet
mask ) kepada IP Address. Struktur subnet mask sama dengan struktur IP Address,
yakni terdiri dari 32 bit yang dibagi atas 4 segmen

Desain LAN
            Desain LAN meliputi kegiatan sebagai berikut:
􀂉 Metode Perencanaan LAN
􀂉 Pengalokasian IP Address

Kegiatan Belajar 5 :
Jaringan Peer-to-peer (P2P)

Peer-to-peer (P2P)
Peer-to-peer (P2P) komputer atau jaringan adalah arsitektur aplikasi terdistribusi yang partisi tugas atau beban kerja antara rekan-rekanPeer membuat sebagian dari sumber daya mereka, seperti kekuatan pemrosesan, penyimpanan disk atau bandwidth jaringan, langsung tersedia untuk peserta jaringan lain, tanpa memerlukan koordinasi pemerintah pusat dengan server
atau host yang stabil
Arsitektur sistem P2P
Peer-to-peer sering menerapkan sistem jaringan overlay abstrak, dibangun di
Application Layer, di atas topologi jaringan asli atau fisik. Lapisan tersebut digunakan
untuk penemuan pengindeksan dan peer dan membuat sistem P2P independen dari
topologi jaringan fisik. jaringan P2P biasanya digunakan untuk menghubungkan node melalui koneksi ad
hoc yang sebagian besar Data, termasuk format digital seperti file audio, dan data
real time seperti lalu lintas telepon,. dilewatkan menggunakan teknologi P2P. Sebuah jaringan P2P murni tidak memiliki gagasan tentang klien atau server tetapi
node peer hanya sebesar yang secara simultan berfungsi sebagai kedua "klien" dan
"server" ke node lain pada jaringan.
Keuntungan dan kelemahan
Dalam jaringan P2P, klien menyediakan sumber daya, yang mungkin termasuk bandwidth, ruang penyimpanan, dan daya komputasiSifat terdistribusi jaringan P2P juga meningkatkan ketahanan, Dan-dalam sistem P2P murni-dengan memungkinkan rekan-rekan untuk mencari data tanpa bergantung pada server indeks terpusat
P2P file-sharing sering terdiri dari penggunaan bandwidth yang relatif berat karena transfer file berlangsung dan kawanan / koordinasi jaringan paket. Sebagai reaksi terhadap bandwidth throttling ini beberapa aplikasi P2P mulai kebingungan menerapkan protokol, seperti enkripsi
protokol BitTorrent

Kegiatan Belajar 7 :
Protokol Pengalamatan IP.V4

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengizinkan
terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik
computer
            Dalam jaringan komputer pengalamatan IP merupakan hal yang sangat
Penting. Dengan adanya IP addressmaka dapat diketahui sumber ataupun tujuan dari pengiriman paket. Ipv4 menggunakan notasi biner yang memiliki panjang 32 bit.
Bila
direpresentasikan dengan notasi desimal, pembagian kelas ini dapat dilihat dari
byte/oktet pertama seperti berikut
Kelas IP
Byte pertama

A
0 – 127
B
128 – 191
C
192 – 223
D
224 – 247
E
248 – 255
Dalam penerapannya, alamat internet ini diklasifikasikan ke
dalam kelas (A-E).Alasan klasifikasi ini antara lain :
Memudahkan sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat.
Memanfaatkan jumlah alamat yang ada secara optimum (tidak ada alamat
yang terlewat).
Memudahkan pengorganisasian jaringan di seluruh dunia dengan
membedakan jaringan tersebut termasuk kategori besar, menengah,atau
kecil.
Membedakan antara alamat untuk jaringan dan alamat untuk host/router





Kegiatan Belajar 9 :
 Subneting Classful

SUBNETTING CLASSFUL CLASSLESS
Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih
kecil yang disebut "subnet." Setiap subnet deskripsi non-fisik (atau ID) untuk jaringansub
fisik (biasanya jaringan beralih dari host yang mengandung satu router -router
dalam jaringan multi). Subnet dibuat untuk membatasi ruang lingkup lalu lintas siaran,
untuk menerapkan keamanan jaringan tindakan, untuk memisahkan segmen
jaringan berdasarkan fungsi, dan / atau untuk membantu dalam menyelesaikan
masalah kemacetan jaringan.

VLSM (Variable Length Subnet Mask)
=> Mengefisienkan alokasi IP blok subnet dalam network
Classless Inter-Domain Routing (CIDR) adalah suatu metodologi pengalokasian
alamat IP dan routing paket Internet Protoco

VLSM ( Variable Length Subnet Masking )
Vlsm adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam vlsm dilakukan
peningkatan dari kelemahan subneting klasik, yang mana dalam clasik subneting,
subnet zeroes, dan subnet- ones tidak bisa digunakan. selain itu, dalam subnet
classic, lokasi nomor IP tidak efisien.Jika proses subnetting yang menghasilkan
beberapa subjaringan dengan jumlah host yang sama telah dilakukan, maka ada
kemungkinan di dalam segmen-segmen jaringan tersebut memiliki alamat-alamat
yang tidak digunakan atau membutuhkan lebih banyak alamat. Karena itulah, dalam
kasus ini proses subnetting harus dilakukan berdasarkan segmen jaringan yang
dibutuhkan oleh jumlah host terbanyak. Untuk memaksimalkan penggunaan ruangan
alamat yang tetap, subnetting pun diaplikasikan secara rekursif untuk membentuk
beberapa subjaringan dengan ukuran bervariasi, yang diturunkan dari network
identifier yang sama. Teknik subnetting seperti ini disebut juga variable-length
subnetting. Subjaringan-subjaringan yang dibuat dengan teknik ini menggunakan subnet mask yang disebut sebagai Variable-length Subnet Mask (VLSM).Karena semua subnet diturunkan dari network identifier yang sama, jika subnetsubnet tersebut berurutan (kontigu subnet yang berada dalam network identifier yang sama yang dapat saling berhubungan satu sama lainnya), rute yang ditujukan ke subnet-subnet tersebut dapat diringkas dengan menyingkat network identifier yang asli.

CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
merupakan sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP
berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan
kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing
yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi
alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C. Masalah yang terjadi pada
sistem yang lama adalah bahwa sistem tersebut meninggalkan banyak sekali alamat
IP yang tidak digunakan. Sebagai contoh, alamat IP kelas A secara teoritis
mendukung hingga 16 juta host komputer yang dapat terhubung, sebuah jumlah yang
sangat besar. Dalam kenyataannya, para pengguna alamat IP kelas A ini jarang yang
memiliki jumlah host sebanyak itu, sehingga menyisakan banyak sekali ruangan
kosong di dalam ruang alamat IP yang telah disediakan. CIDR dikembangkan
sebagai sebuah cara untuk menggunakan alamat-alamat IP yang tidak terpakai
tersebut untuk digunakan di mana saja. Dengan cara yang sama, kelas C yang
secara teoritis hanya mendukung 254 alamat tiap jaringan, dapat menggunakan

hingga 32766 alamat IP, yang seharusnya hanya tersedia untuk alamat IP kelas B.

klik disini untuk melihat resume KB 11,13,15,17,19

No comments:

Post a Comment